autostereogram
autostereogram
Ringkasan Singkat
Gambar dua dimensi dengan pola berulang yang menciptakan ilusi kedalaman tiga dimensi saat dilihat dengan teknik fokus tertentu.
Autostereogram adalah sebuah teknik visual di mana pola-pola dua dimensi yang berulang disusun sedemikian rupa sehingga, ketika dilihat dengan cara tertentu, otak manusia akan mempersepsikan gambar tiga dimensi yang tersembunyi. Hal ini dicapai tanpa bantuan alat optik luar seperti kacamata 3D, melainkan melalui koordinasi mata pemirsa.
Prinsip kerjanya bergantung pada fenomena paralaks binokular, di mana mata kiri dan mata kanan menangkap pola yang sedikit berbeda sehingga otak menggabungkannya menjadi persepsi kedalaman (stereopsis). Fenomena ini sering digunakan oleh psikolog kognitif untuk mempelajari bagaimana sistem penglihatan manusia memproses informasi spasial.
Untuk melihat gambar 3D di dalamnya, seseorang biasanya perlu menatap 'menembus' gambar (fokus di kejauhan) atau menggunakan teknik mata juling hingga pola-pola tersebut tumpang tindih dengan benar di otak.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- APA Dictionary of Psychology
- Gregory, R. L. (1997). Eye and Brain: The Psychology of Seeing
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.